Strategi Vettel Menangi Suzuka

Sebastian Vettel sedang menunjukkan taringnya. Lewat pertandingan Formula 1 di Sirkuit Suzuka Minggu (13/10/2013) kemarin, Vettel meraih kemenangannya yang kelima secara berturut-turut. Melalui liga tersebut, pebalap asal Jerman ini berhasil menyamankan posisinya di puncak kalsemen dengan meraih tambahan 25 poin. Meski demikian, Vettel ini belum bisa memastikan gelar juaranya.

Di pertandingan yang diawali dengan penghormatan kepada Maria de Villota, pebalap asal Spanyol yang meninggal kamis kemarin, Vettel sempat mengalami ketertinggalan oleh Romain Grosjean dan Mark Webber. Grosjean berhasil menyalip dan menurunkan posisi Vettel di urutan ketiga. Seakan belum cukup, keadaan semakin memburuk ketika sayap depan mobil Vettel mengenai roda kanan dari mobil Lewis Hamilton. Namun, bukan Baby Schumi namanya kalau menyerah begitu saja.

Dalam menghadapi lawan-lawannya di pertandingan tersebut, Vettel terus mengejar Webber dan Grosjean dengan menggunakan strategi khusus yang disiapkan timnya. Setelah Webber menggunakan three-stop untuk menyusul Grosjean, Vettel mengambil kesempatan saat Webber masuk ke pit untuk yang terakhir. Sempat tertinggal 2.5 detik, akhirnya dia berhasil menyalip Webber pada lap ke 26.

“Jelas, setelah pit pertama, Mark memutuskan untuk melakukan three-stop, yang menjadi taktik terbaik. Sebelum balapan, saya pikir kami ditargetkan untuk melakukan two-stop, tetapi (kondisi) ban tidak mendukung dan tidak seperti yang kami perkirakan.” Cerita Vetel.

Setelah berhasil menyalip pemain asal Australia tersebut, Vettel berusaha mengejar Grosjean. Di lap ke 31, pebalap yang telah berhasil menyandang gelar juara dunia sebanyak tiga kali tersebut berhasil melewati Grosjean.

“Saya memulai balapan sedikit di belakang Romain dan Mark. Dari data, saya memang lebih lambat satu detik selama dua hingga tiga lap dibandingkan mereka. Kami kemudian mencoba untuk mengejar dan membuat mereka berada di bawah tekanan jelang akhir balapan.”, jelasnya.

Usaha Vettel tidak selesai disitu. Setelah berhasil meraih posisi terdepan, dia berusaha menjauh dari dua pebalap dibelakangnya. Sayangnya, di lap 37 Webber berhasil menyusulnya, dan saat memasuki pitspot kedua, Vettel kembali ke posisi ketiga setelah Grosjean melewatinya. Disinilah, pebalap kelahiran 1987 itu melancarkan strategi jitunya.

“Saya benar-benar mencoba untuk membuat jarak pada lap-lap awal, kemudian menutupnya kembali, yang memang berjalan sangat baik, terutama dengan Romain. Jelang akhir balapan, saya berada tepat di belakangnya saat ia menuju pit. Saya bisa menjauh pada beberapa lap, kemudian saya memiliki ban baru saat menyalipnya. Jadi, ya, ini adalah strategi yang hebat,” jelasnya.

Di lap 41, Vettel berhasil melewati Grosjean, dan Webber yang saat itu memimpin pertandingan memutuskan untuk masuk ke pitspot. Di kesempatan itu lah, Vettel memanfaatkan keadaan dan akhirnya mampu meraih kemenangan. Vettel merasa puas dengan taktik yang telah mengantarkannya sebagai pemenang di laga terswebut.

“Ini adalah kemenangan yang sangat menyenangkan, benar-benar hebat. Saya suka sirkuit ini dan rasanya fantastis bisa menang di sini.”

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>