Aturan di Phillip Island Membingungkan Rider MotoGP

Yamaha MotoGp rider Jorge Lorenzo (L) of Spain takes a corner during the third free practice session ahead of the British Grand Prix at the Silverstone Race circuit, central England, August 31, 2013. REUTERS/Darren Staples   (BRITAIN - Tags: SPORT MOTORSPORT)

Bagi para penggemar MotoGP, melihat pembalap kesayangannya bermain adalah sesuatu yang menyenangkan. Begitu pula dengan para pembalap, mereka senang ketika pertandingan dilangsungkan. Namun ternyata, dalam balapan, kadang-kadang para pembalap tidak senang dengan sesuatu yang tidak seperti biasanya.

Philip Island menjadi sirkuit yang menantang bagi para rider MotoGP. Akan tetapi, ketika peraturan lama diubah menjadi peraturan baru, ternyata tidak membuat para rider menjadi senang. Justru, mereka kebingungan. Meski tidak semua peraturan diubah, tetap saja hal ini membingungkan.

Peraturan yang berbeda diterapkan oleh Race Direction pada balapan yang digelar di Philip Island. Peraturan itu di antaranya adalah penggantian motor dan speed limit. Termasuk di antaranya adalah jumlah putaran yang harus dilakukan. Hal ini ternyata membuat para rider bingung.

Penggantian motor diwajibkan pada lap sembilan atau sepuluh. Sedangkan jumlah putaran yang awalnya sebanyak 27 dipangkas menjadi 19 putaran. Meski begitu, area speed limit justru ditambah. Peraturan ini memang tidak seperti peraturan biasanya.

Ada banyak alasan kenapa peraturan baru ini diberlakukan. Misalnya, kenapa semua rider MotoGP wajib mengganti motor meskipun hujan tidak turun. Katanya, hal ini berkaitan dengan keamanan. Daya tahan ban bridgestone dikhawatirkan tidak cukup kuat dipakai hingga selesai. Keselamatan rider MotoGP juga dipakai sebagai alasan kenapa jumlah putaran dipangkas.

Banyak pembalap yang menjadi korban akibat aturan yang membingungkan ini. Marquez bahkan didiskualifikasi dari pertandingan. Dia baru mengganti motor di putaran ke-11. Hal ini menjadikan Marquez hanya unggul 18 poin dari Jorge Lorenzo, padahal pada seri Australia ini, Marquez berpeluang menjadi juara dunia.

Selain Marquez, pembalap lain yang menjadi korban adalah Predosa. Hal ini dikarenakan dia melanggar speed limit. Akibatnya, dia dijatuhi sanksi yakni turun satu posisi. Akan tetapi Pedrosa bisa naik lagi menuju posisi dua karena Marquez didiskualifikasi.

Kritik terhadap perubahan aturan tersebut dilontarkan oleh beberapa pembalap. Salah satunya adalah Pedrosa dan Edward.

Menurut Pedrosa, aturannya berubah setiap menit. Sulit beradaptasi, katanya. Menjalaninya tanpa membuat kesalahan adalah sulit. Apalagi semua aturan itu harus dimasukkan kepala.

Bahkan, tambah Pedrosa lagi, aturannya membingungkan. Semuanya aneh pada hari itu. Semua terasa berjalan sangat cepat. Tak hanya pembalap yang bingung, mekanik juga.

Lanjut Pedrosa lagi, jika peraturan biasanya membuat mereka tahu kapan harus pit, peraturan yang ini tidak jelas apakah pada putaran 9 atau 10. Pitlane-nya juga berubah, lebih panjang dari biasanya. Dia dan Marquez membuat kesalahan terkait aturan itu.

Sementara itu, Colin Edward juga menyatakan bahwa dirinya tidak senang, apalagi ketika Marquez didiskualifikasi. Menurutnya lewat akun Twitter-nya, mereka bukanlah ahli matematika. Peraturan ini diterapkan dan tiba-tiba muncul diskualifikasi.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>