Monumen Marco Simoncelli Akhirnya Diresmikan

Anda suka menonton balap motor MotoGP? Bila ya, anda pasti ingat salah satu peristiwa memilukan pada balapan ini yang terjadi di negara tetangga kita Malaysia. Ya, bila kita menyebut sirkuit MotoGP di Malaysia, yaitu Sirkuit Sepang, Anda pasti ingat peristiwa meninggalnya Marco Simoncelli, saat dia mengalami kecelakaan di sirkuit ini tanggal 23 Oktober 2011.

Pembalap yang terkenal dengan rambut gimbal dan gaya balapannya yang sangat berani yang membuat lawan-lawannya terkadang kesal karena gaya balap Marco Simoncelli ini. Tapi, meskipun demikian, ternyata Marco Simoncelli meninggalkan banyak kesan baik untuk orang-orang disekitarnya. Hal ini ditandai dengan dibangunnya Monumen Marco Simoncelli untuk dirinya di Coriano, Rimini, Italia, kota kelahiran pembalap ini.

Kamis tanggal 12 kemarin, peresmian monumen ini berjalan dengan dihadiri oleh beberapa orang penting. Selain keluarga Simoncelli, hadir pula Carmeleo Ezpeleta (CEO Doma), Lino Dainese (Presiden Dainese), pemerintah daerah, Marc Marquez, pemimpin klasemen MotoGP saat ini dan banyak fans Marco Simoncelli.

Monumen Marco Simoncelli ini berbentuk unik, yaitu tugu dengan bentuk knalpon Moto GP. Setiap Minggu malam, monumen ini akan menyemburkan api selama 58 detik. 58 disini sama dengan nomor start Marco Simoncelli di MotoGP.

Monumen Marco Simoncelli ini digagas oleh ayah Marco, Paulo. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya beliau heran dengan banyaknya cinta untuk anaknya. Mungkin, hal ini berasal dari kebaikan dan kepribadian Marco yang menyenangkan orang disekitarnya.

Marc Marques yang juga ikut serta dalam peresmian Monumen Marco Simoncelli ini juga mengakui bahwa Marco Simoncelli adalah salah satu pembalap besar favoritnya. Dia bahkan ingin berada di monumen ini bila ada acara atau event yang diadakan disini.

Marco Simoncelli bisa dikatakan sebagai pembalap muda yang mempunyai pencapaian yang mengagumkan. Dia berhasil menjadi juara dunia kelas 250cc pada tahun 2008, sebelum dia ikut MotoGP. Di MotoGP, dia berhasil memenangkan 14 perlombaan, meraih 15 kali pole position dan naik podium sebanyak 31 kali. Dan selain itu, kita bisa akui bahwa saat dia melaju di sirkuit, kita bisa menikmati cara balapannya

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>