Amarah Allegri di Markas Lawan

1.Amarah Allegri di markas lawan.1

Lagi-lagi klub besar Italia, AC Milan harus menanggung malu pasca dikalahkan oleh sebuah klub Ligue 2. Di pertandingan yang diadakan di markas sang lawan, yaitu Caen, AC Milan harus menelan kekecewaan yang cukup besar karena gawangnya kebobolan 3 gol. Hal ini memicu kemurkaan sang pelatih, terlebih lagi sampai peluit penanda berakhirnya pertandingan berbunyi, klub asuhannya tak mampu berkutik dengan membalas 1 gol pun.

Pertandingan tersebut memang hanya merupakan uji coba, tapi Massimilano Allegri tetap tak mampu membendung kekecewaannya. Dia berharap AC  Milan bisa meraih sesuatu di pertandingan itu. Ketika ternyata klubnya tak mampu menghasilkan apapun, tak ayal jika dia murka dan tak segan-segan melontarkan komentar pedas pada para pemainnya.

“Ini menyedihkan, mestinya ada hasil yang diraih. Pada babak pertama, kami membuat beberapa kesalahan dan secara keseluruhan itu bukan permainan yang baik. Saya tertarik untuk melihat mereka yang baru pulih dari cedera atau baru main sedikit, meski banyak pemain muda di lapangan akan berisiko,” jelasnya(Senin, 14/10/2013)

Di pertandingan tersebut, para pemain andalan AC Milan seperti Mario Balotelli, Ignazio Abate dan Riccardo Ignazio memang tak tampak. Tertarik untuk mencoba kualitas pemain lain, Allegri berharap agar mereka mampu menunjukkan aksi terbaik mereka, meskipun hal itu beresiko. Di laga tersebut, para pemain yang diturunkan adalah Phillippe Mexes, Kevin Constant, Christian Zaccardo, Antonio Nocerino, Urby Emanuelson dan seorang mantan pemain Caen, M’Baye Niang. Selebihnya adalah 2 atlet AC Milan yang baru saja pulih dari cedera, Jherson Vergara dan Ricardo Saponara, dan pemain muda di klub tersebut.

 Resiko dari keputusannya tersebut harus diterima karena ternyata formasi pemain yang baru dibentuknya tersebut ternyata tak mampu menampilkan performa yang maksimal, bahkan untuk membobolkan 1 gol ke gawang lawan. Dengan hanya 6 pemain yang bisa dihandalkan, AC Milan tak mampu menahan 3 gol yang dilesatkan oleh pemain Caen.

“Dalam sepakbola, teknik tak cukup. Anda juga membutuhkan karakter, rasa lapar (akan kemenangan), dan antusiasme. Saat diminta bermain, pemain harus selalu memberikan yang terbaik. Jika bermain seperti ini, maka mereka tak bisa meminta waktu bermain lebih kepada saya,” komentar pelatih yang berhasil meraih Scudetto di tahun pertamanya di Milan itu.

Kekalahan telak tersebut tentu membuat klub yang memang sedang menurun prestasinya tersebut semakin terpuruk. Sejak awal musim ini, tak banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh Rossoneri. Dari tujuh laga yang telah digelar di Serie A pada musim ini, AC Milan hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara yang lain adalah dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Oleh karena itu, klub asuhan Allegri tersebut harus berbesar hari menempati posisi 12 di klasemen Serie A dengan 8 poin dan menerima ketertinggalan 13 poin dari AS Roma yang menduduki puncak.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>