Mengenal Ellyas Pical Peraih Gelar Juara Tinju Internasional Pertama di Indonesia

Mengenal Elyas Pical Peraih Gelar Juara Tinju Internasional Pertama di Indonesia2

Gerenasi sekarang mungkin mengenal Chris John sebagai seorang petinju asli Indonesia yang menjuarai gelar juara tinju kelas dunia. Padahal, tidak banyak yang mengetahui bahwa jauh sebelum Chris John tampil di atas ring tinju, Indonesia juga memiliki petinju yang tangguh yang juga berhasil menjuarai berbagai pertandingan tinju kelas dunia. Dan petinju kebanggaan Indonesia itu bernama Elyas Pical. Dia adalah putra terbaik yang dimiliki Indonesia pada kala itu.

Elyas Pical adalah seorang petinju asal Maluku Utara. Dia pertama kali bertinju karena terinspirasi oleh legenda tinju dunia yang sekaligus adalah petinju favoritnya yaitu Muhammad Ali. Kecintaannya pada tinju ia mulai sejak kecil. Dan ia merealisasikan niatnya dengan mulai mempelajari dunia olahraga tinju lebih mendalam, termasuk juga mulai berlatih tinju secara otodidak, walaupun secara sembunyi-sembunyi, pada umur 13 tahun.

Gelar yang pertama ia raih di dunia tinju nasional tanah air adalah ketika ia berhasil meraih Piala Presiden. Dan pada tahun 1983 ia pun akhirnya memantapkan karirnya di bertinju di kelas bantam junior. Di kelas ini Elyas Pical banyak merebut gelar juara seperti gelar OBF yang ia dapatkan setelah mengalahkan petinju asal korea selatan yaitu Hi-Yung dalam pertandingan yang berjalan 12 ronde.

Kemenangan yang diraih Elyas Pical atas Hi-Yung tersebut tercatat sebagai kemenangan pertama yang pernah diraih oleh cabang olahraga tinju Indonesia di tingkat internasional. Atas prestasi yang ia raih di tingkat dunia tersebut, maka tidak heran kalau kemudian ini membuat publik internasional terutama para antusias olahraga tinju, tertarik kepada sosok Elyas Pical sehingga menjulukinya The Exocet. Nama itu diadaptasi dari nama sebuah roket buatan Perancis yang saat itu sedang populer ketika Argentina bersitegang dalam Perang Malvinas.

Nama Exocet sendiri diberikan karena Elyas Pical karena dirinya memiliki uppercut dan hook kiri yang sangat cepat dan keras. Kedua pukulan tersebut merupakan ciri khas sekaligus senjata pamungkas Elyas Pical. Pada tahun 1985 Elyas Pical merebut gelar juar IBF untuk kelas bantam junior setelah mengalahkan Chun Ju-do dari Korea Selatan dan berhasil mempertahankannya dari Wayne Mulholland petinju dari Australia pada tahun yang sama. Sempat kalah dari Cesar Polanco namun kemudian Elyas Pical balas mengalahkannya dan kembali merebut gelar juaranya kembali pada tahun 1986.

Sayangnya Elyas Pical sempat kalah KO oleh petinju tangguh asal Thailand yaitu Khosai Galaxy pada tahun 1987. Kekalahan ini membuat frustrasi Elyas Pical tapi akhirnya ia bangkit lagi dan berhasil merebut kembali gelar juara dari Tae-ill Chang dari Korea Selatan. Elyas Pical memutuskan untuk gantung sarung tinju ketika ia kalah dari Juan Polo Perez asal Colombia pada tahun 1987.

ellyas pical, olahraga, tinju, juara tinju, mengenal ellyas pical

BACA JUGA:

UFC Turnamen Bela Diri Campuran Paling Ekstrim

Muhammad Ali Legenda Tinju Dunia

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>