Muhammad Ali Legenda Tinju Dunia

Muhammad Ali Legenda Tinju Dunia2

Bila kita bicara soal tinju maka kita tentu saja tidak akan bisa melupakan figure dan nama Muhammad Ali. Memang nama ini dikenal sepanjang masa sebagai salah satu legenda tinju kelas berat yang paling terkenal sepanjang masa. Pada zamannya dulu Muhammad Ali selalu menunjukkan seni bertinju yang tidak ada duanya. Lebih dari itu Muhammad Ali juga menjadi ikon dari kebebasan beragama dan persamaan ras, maklum pada masa-masa itu perbedaan menjadi isu sosial yang sangat sensitif di negaranya.

Muhammad Ali sendiri adalah nama keduanya yang ia pakai setelah ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sebenarnya petinju legendary ini terlahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. sebuah nama mengikuti dari nama ayahnya Cassius Marcellus Clay Sr. Ketertarikan Ali kecil terhadap dunia tinju berawal sejak berumur 12 tahun dikala ia kehilangan sepeda BMX miliknya karena dicuri orang.

Ali kecil berniat melaporkan kejadian tersebut ke polisi namun polisi yang bernama Joe Martin malah mengajarinya cara bertinju supaya dia bisa menghajar si pencuri sepeda seandainya dia bisa menemukan pencuri tersebut. Joe Martin sendiri sebenarnya adalah seorang pelatih tinju Louisville, kota yang sama dimana Ali dibesarkan.

olahraga, tinju, muahammad ali, legenda tinju, petinju dunia

Meskipun di awal karirnya Ali bisa mengalahkan banyak sekali lawan tandingnya seperti Jim Robinson, Tony Esperti, Alonzo Johnson, Doug Jones dan lain sebagainya, namun ini tidak berarti Ali mampu memenangi semua laga dengan baik karena Ali juga pernah dikalahkan oleh petinju Cooper dan Sonny Banks. Sekalipun demikian prestasi Ali masih sangat banyak apabila dibandingkan dengan kekalahannya.

Ali menjuarai pertandingan tinju kelas berat ringan di Olimpiade Roma, Italia pada tahun 1960. Masih di tahun yang sama Ali mengalahkan Tunney Hunsaker dengan menang angka di pertandingan selama enam ronde. Pertama kali Ali memenangi pertandingan kelas berat saat Ali berhasil mengalahkan Sony Liston pada tahun 1964. Pertandingan seharusnya digelar untuk 15 ronde namun Ali dinyatakan menang pada ronde ke-7 setelah Liston mengalami cedera leher.

Setelah masuk ke kelas berat Ali banyak mencetak prestasi dengan menumbangkan lawan-lawan yang tangguh seperti petinju yang kala itu populer George Foreman di tahun 1974. Pertandingan melawan Foreman bisa dibilang fenomenal sehingga mendapatkan julukan pertandingan “Rumble in the Jungle”. Ali juga melawan Leon Spinks pada tahun 1978, namun sayangnya Ali kembali harus menyerah kalah di tangan petinju Larry Holmes.

Pertandingan terakhir dalam karirnya adalah saat melawan Trevor Bervick di Bahama pada tahun 1981. Kala itu Ali sudah renta dan menderita Parkinson jadi hasilnya pun sudah bisa ditebak. Ali kalah dalam pertandingan tersebut dan sejak itu Ali memutuskan untuk menggantung sarung tinju.

 olahraga, tinju, muahammad ali, legenda tinju, petinju dunia

 BACA JUGA:

5 Cedera Paling Parah Sepanjang Sejarah Dunia Tinju

5 Wahana Roller Coaster Paling Ekstrim Di Dunia

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>