5 Pengharum Bangsa di Dunia Bulutangkis

5 Pengharum Bangsa di Dunia Bulutangkis 1

Indonesia pernah menjadi bangsa yang harum sekali dibidang olah raga khususnya Bulutangkis. Dulu, atau lebih cocoknya, dulu sekali, Indonesia mempunyai banyak putra-putra pengharum bangsa dibidang dunia bulutangkis. Bahkan rekor All England delapan kali yang belum terpecahkan sampai sekarang masih dipegang putra Indonesia.

Namun kini dunia bulutangkis Indonesia melorot tajam. Indonesia sering kalah dengan musuh bebuyutan seperti Malaysia, Denmark, Belanda dan Korea. Entah apa sebabnya kenapa bulutangkis Indonesia seperti tidak ada penerusnya. Namun demikian, berikut ini adalah para putra pengharum bangsa di dunia bulu tangkis yang masih diakui oleh dunia, mereka adalah:

1.             Rudy Hartono Kurniawan

2.             Liem Swie King

3.             Alan Budi Kusuma

4.             Haryanto Arbi

5.             Taufik Hidayat

Rudy Hartono Kurniawan atau lebih dikenal dengan Rudy Hartono adalah legenda bulutangkis dunia. Dia pemegang rekor 8 kali All England yang tujuh diantaranya direbut secara berturut-turut. Legenda bulutangkis dunia yang berasal dari Indonesia ini juga menjuarai seluruh kejuaraan bulutangkis kelas dunia.

3. 5 Pengharum Bangsa di Dunia Bulutangkis 2

Gelar yang Rudy Hartono pernah pegang ada banyak sekali seperti Thomas Cup, World Cup, All England, dan banyak lagi. Selain itu dia juga mendapat bintang penghargaan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama. Rudy Hartono bahkan juga membintangi film layar lebar berjudul “Matinya Seorang Bidadari”

Liem Swie King adalah generasi kedua pengharum bangsa. Dia berhasil mendapatkan 3 kali All England dan 4 kali runner up. Liem Swie King terkenal dengan smash lompatnya yang luar biasa cepat dan akurat sehingga dijuluki “King Smash”. Liem Swie King juga pernah bermain film layar lebar berjudul “Sakura dalam Pelukan” dan karir bulutangkisnya difilmkan dengan judul ‘King”

Alan Budikusuma adalah penerus kedua legenda dunia bulutangkis Indonesia. Walau tidak secemerlang Rudy Hartono dan Liem Swie King, Alan Budikusuma juga dianugrahi Tanda Jasa karena kiprahnya di Olimpiade Barcelona 1992.

Haryanto Arbi adalah penerus Liem Swie King dalam gaya smashnya. Atlit yang pernah memenangkan dua kali All England, empat kali Thomas Cup dan dua kali juara dunia serta banyak sekali turnamen bulutangkis tingkat dunia, membuat Haryanto Arbi juga menjadi legenda bulutangkis Indonesia. Smash Haryanto Arbi yang sangat cepat bahkan dinamai “Smash 100 watt”

Terakhir adalah Taufik Hidayat. Dia menang enam kali Indonesia Open dan emas olimpiade  Athena. Namun sayang dia tidak pernah merebut All England.

3. 5 Pengharum Bangsa di Dunia Bulutangkis 3

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>