Impian Seorang Lilyana Natsir

Impian Seorang Lilyana Natsir

Prestasi merupakan sebuah hasil karya dari proses kerja keras, pantang menyerah dan kerjasama yang baik. Dari sederetan nama-nama pebulutangkis Indonesia yang berprestasi, mungkin anda bertanya-tanya mengenai asa mereka kedepannya. Saya sempat melihat bagaimana salah satu stasiun televisi swasta menyiarkan secara langsung sebuah perbincangan dengan jawara muda bulu tangkis. Ketika itu bintang tamunya adalah Febby Angguni, Fernando Kurniawan dan Fran Kurniawan. Ketiga atlet bulu tangkis tersebut merupakan sosok atlet yang sudah berprestasi. Namun ketika acara tersebut berlangsung, saya malah teringat pada kejadian yang sama tatkala sebelumnya stasiun televisi tersebut mengundang jawara bulu tangkis Markis Kido/Hendra Setiawan dan Nova Widianto/Lilyana Natsir.

Anda tentu sudah mengetahui bahwa kedua pasangan tersebut sudah menorehkan prestasi membanggakan di kejuaraan dunia 2007. Saya sempat memetik sesuatu yang berharga ketika atlet perempuan Lilyana Natsir menjawab sejumlah pertanyaan yang terus dilempar host acara tersebut. Pertanyaan pertama langsung menanyakan tentang bagaimana motivasi Lilyana setelah melalui tahap-tahapan panjang di kejuaraan dunia tersebut. Lalu Lilyana menjelaskan bahwa dirinya bersama pasangannya Nova, sempat mengalami down dalam permainan tatkala sudah mengantongi gelar juara pada tahun 2005. Dirinya dan Nova terus digenjot agar selalu bisa belajar dari pengalaman yang ada. Semua pihak memang selalu mengharapkan agar dirinya dan Nova bisa memenangkan pertandingan. Akan tetapi hal tersebut tidak ingin dijadikan beban tersendiri. Alhasil Lilyana/Nova berhasil unggul dari pasangan China Zheng Bo/Gao Ling.

Lilyana Natsir

Karir Lilyana memang dimulai sebuah hobi bermain bulu tangkis. Padahal bapaknya tidaklah seorang atlet bulu tangkis melainkan hanya tekun belajar olahraga Basket. Tidak hanya itu, Lilyana sangat menyukai hampir semua cabang olahraga. Uniknya lagi, Lilyana lahir bertepatan dengan hari olahraga nasional pada 9 September 1985 Manado. Hobi bermain bulu tangkis ternyata tidak membuat impiannya terkuburkan. Lilyana berambisi untuk bisa meraih cita-citanya menjadi pemain yang terkenal di dunia. Pertanyaan dari host dalam acara tersebut terus mengalir dan pernyataan mengenai bagaimana tekadnya kini. Lilyana berharap suatu ketika dirinya bisa menjuarai Olympiade. Namun keinginan tersebut belum bisa dirasakan ketika dirinya ikut pelatnas Olympiade di Beijing 2008.

Gelar runner up hanya bisa diraih pasangan Andy Nova/Lilyana setelah menyerah kalah dari pasangan terbaik Korea Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. Namun Lilyana belum bisa menyerah dan masih menargetkan untuk bisa juara di ajang Olympiade 2012. Pihak PBSI sendiri harus segera mencari solusi agar pasangan Lilyana cukup berimbang. Dalam kejuaraan di Malaysia Open GPG, Lilyana bersama pasangan terbarunya Devin Lahardi berhasil menyabet gelar juara. Asa Lilyana untuk bisa menjadi jawara Olympiade harus selalu didukung. Semoga olahraga bulu tangkis tetap Berjaya dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

lilyana natsir

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>