Kejurnas PBSI Miskin Hadiah

Kevin Sanjaya dan Masita MahmudinIndonesia vs China

Untuk Anda ketahui, dibalik keberhasilan para atlit bulutangkis yang selalu menjadi finalis dan bahkan ada yang membawa pulang gelar juara dunia ke Indonesia, PBSI menggelar sebuah kejuaraan yang miskin hadiah. Kejurnas PBSI yang dilangsungkan di Denpasar, Bali pada tanggal 26-30 November 2013 akan diikuti oleh hampir 400-an pebulutangkis dari seluruh Indonesia dan termasuk juga pada atlet pelatnas Cipayung yang berjumlah 57 orang. Namun sayang hadiah yang disediakan hanya sebesar 375 juta rupiah saja.

Hadiah sebesar itu akan diperebutkan oleh pemain-pemain junior dan juga para atlet pelatnas seperti Simon Santoso, Linda Wenifanetri. Para pemain profesional akan bertarung di Gor Lila Buana sementara kelas Taruna akan bertarung di GOR KONI. Pembedaan kelas ini juga mempengaruhi jumlah hadiah yang akan diterima masing-masing juara di tiap-tiap divisi pada kejurnas kali ini.

Kejurnas PBSI ini berbeda dari kejurnas-kejurnas sebelumnya karena dibagi menjadi dua Divisi yaitu divisi I yang terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur sementara Divisi II diisi oleh 24 provinsi lainnya. Tentu saja hadiah yang sudah sedikit itu harus dibagi menjadi dua, masing-masing divisi mendapat jatah hadiah yang berbeda. Divisi satu yang beranggota sedikit mendapat jatah hadiah sebesar 250 juta sementara Divisi dua yang beranggota 24 provinsi mendapat jatah hadiah 125 juta saja.

 

Pada pidato pembukaannya,. Wakil Ketua Umum II PP PBSI, Nusron Wahid mengatakan bahwa dengan kejurnas PBSI ini maka diharapkan ada pemerataan kekuatan bulutangkis keseluruh Indonesia sehingga juara bulutangkis tidak saja datang dari pulau jawa saja. Diharapkan juga bahwa juara di kejurnas ini akan menjadi calon pahlawan bulutangkis dimasa yang akan datang. Secara umum kejurnas ini merupakan seleksi bibit-bibit pebulutangkis baru yang akan dibina untuk kemajuan perbulutangkisan Indonesia.

Regenerasi pemain bulutangkis Indonesia memang sangat diperlukan karena sudah banyak pemain senior bulutangkis yang sudah seharusnya pensiun dan digantikan dengan pemain yang masih muda dan lebih berbakat. Apalagi prestasi bulutangkis Indonesia saat ini sedang mandul, jarang ada kejuaraan yang dimenangkan oleh pebulutangkis Indonesia. Bahkan pada ajang Open dan Superseries, Indonesia lebih sering terjungkal di semifinal daripada masuk final.

Alih-alih menjadi juara, Indonesia selalu dikalahkan oleh pebulutangkis dari negara lain. Oleh sebab itu kejurnas kali ini diharapkan menjadi tempat pencarian bibit pebulutangkis yang bertalenta dan berpotensi untuk dilatih. Pada kesempatan itu Nusron juga mengucapkan terimakasih kepada Pengprov Bali yang telah menyelenggarakan kejurnas kali ini. Ini adalah kali pertama kejurnas bulutangkis dilaksanakan di pulau Dewata dan ternyata animo masyarakat juga sangat besar pada even ini terlihat dari penuhnya kedua GOR saat dilangsungkan pertandingan bulutangkis tersebut.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>