Kisah si “Wonder Boy” Rudy Hartono

rudy hartono

Jika Negara Brazil terkenal dengan sepakbolanya, lain halnya dengan Indonesia yang terkenal dengan budaya olahraga bulu tangkisnya. Buktinya sederetan prestasi sudah pernah diukir oleh para atlet Indonesia diantaranya Taufik Hidayat, Susi Susanti dll. Namun Anda tentu tidak akan pernah lupa dengan mantan atlet bulu tangkis Indonesia yaitu Rudy Hartono bukan?. Legenda pebulutangkis Indonesia tersebut memang tidak akan pernah hilang dari ingatan rakyat Indonesia. Mantan pemain yang bernama lengkap Rudy Hartono Kurniawan tersebut telah berhasil mengukir sederetan prestasi cemerlang di berbagai ajang prestisius. Ketika itu sang pemain dikenal dengan “smash”nya yang sangat mematikan bagi setiap lawan yang dihadapi. Jika melihat beberapa prestasi yang telah didapat, tentu anda pasti tercengang. Karena hampir setiap atlet bulu tangkis saat ini susah melampauinya.

Sederetan prestasi Rudy yang patut Anda ketahui diantaranya adalah juara All England sebanyak 8 kali dan pada tahun 1970, 1973, 1976 dan 1979 secara beruntun berhasil merengkuh gelar fenomenal Thomas Cup. Alhasil beberapa pihak mulai ingin memberikan sebuah apresiasi ketika itu pada Rudy dengan memberikannya sebuah penghargaan internasional yaitu Guinnesse Book of Record 1982. Pencatatan rekor dunia tersebut seakan semakin membuat nama Rudy semakin dikenal. Rudy Hartono sebenarnya lahir dengan nama berbeda yaitu Nio Hap Liang pada tanggal 18 Agustus 1949. Dirinya juga merupakan anak ke-3 dari 9 saudaranya dari orang tua bernama Zulkarnain Kurniawan. Jangan salah, sang orang tua bukanlah atlet bulu tangkis juga. Namun ternyata, orang tua Rudy hanya sebagai penjahit pakaian dan juga pengusaha pemerasan susu sapi di Wonokromo, Jakarta Timur.

 rudy hartono

Akan tetapi satu hal yang menjadi alasan utama mengapa lahir atlet bulu tangkis dari dalam diri Rudy adalah karena ayahnya yang sempat mendirikan sebuah asosiasi bulu tangkis dengan nama “Asosiasi Bulutangkis Oke” pada tahun 1951. Sang ayah sebenarnya telah mengetahui bakat terpendam Rudy ketika masih berusia 11 tahun. Tak ayal, sang ayah pun langsung memasukkan Rudy kedalam asosiasinya tersebut dan disana dia langsung menerima porsi latihan yang bagus dan sistematik. Walaupun asosiasi tersebut alakadarnya, namun Rudy merasa porsi latihan dilakukannya sangatlah professional. Setelah beberapa lama ditempa, sang ayah sudah mulai melihat bakat sebenarnya dari sang anak. Alhasil Rudy langsung dimasukkan ke dalam grup “Pusat Pelatihan Thomas Cup”.

Ketika itu, nama Pusat Pelatihan Thomas Cup merupakan satu-satunya badan yang selalu berhasil mencetak nama-nama atlet terbaik bulu tangkis Indonesia. Alhasil, bakat Rudy benar-benar diuji di tempat tersebut dan akhirnya dirinya pun bisa mencapai cita-citanya menjadi pemain bulu tangkis terbaik harapan Indonesia. Prestasinya dimulai ketika masih berusia 18 tahun. Ketika itu Rudy berhasil merengkuh Thomas Cup 1967, Juara All England, Juara di Kejuaran Dunia Bulutangkis II, Jakarta pada tahun 1980. Julukan si “Wonder Boy” pun disematkan terhadap Rudy karena dirinya pernah tidak terkalahkan sebanyak 7 kali secara berturut-turut. Pesan Rudy bagi pebulutangkis muda adalah terus semangat dan kerja keras dan jangan lupa selalu berdoa sebelum bertanding karena dengan hal tersebut dapat memberikan efek positif bagi iman dan pikiran Anda.

 rudy hartono

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>