Misi Persiapan, PBSI Mulai Mendata Pemain Muda Potensial

Misi Persiapan, PBSI Mulai Mendata Pemain Muda Potensial

Pembinaan bibit muda merupakan sebuah asset, mereka harus dipupuk dan dibina dengan baik agar bisa menjadikan Indonesia kembali bersinar dan menjadi raja bulu tangkis dunia.

Hal itulah yang dilakukan PP PBSI. Lewat serangkaian tes, PP PBSI mulai secara kongkret akan menggarap dan pembinaan pemain-pemain muda bulu tangkis Indonesia. Langkah pertama yang diambil adalah dengan cara melakukan pendataan kembali atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang masih tersebar di berbagai daerah.

Melalui sebuah program yang bertajuk Junior Master U-17 dan U-19, pendataan yang dilakukan PBSI khusus ditujukan untuk mencari pemain-pemain muda Indonesia berbakat dari kelompok umur remaja atau di bawah 17 tahun dan taruna atau usia 19 tahun.

Rencananya, sebanyak 16 pemain terbaik dari mulai tunggal putra, 8 pasang ganda putra terbaik dan tunggal putrid akan diundang oleh PBSI untuk mengikuti serangkaian acara penilaian awal di Pusat Bulutangkis Indonesia, Cipayung, Jakarta Timur.

Mereka telah dijadwalkan untuk mengikuti dua macam tes. Pertama mereka akan di tes secara fisik, kemudian akan dilanjutkan dengan tes teknik dan terakhir akan diberikan tes fisik lagi. Tes teknik akan dilakukan dengan cata mempertemukan para pemain muda tersebut dari masing-masing sector atau  bisa disebut dengan sistem setengah kompetisi.

Kedepannya kualitas teknik akan lebih mendominasi komposisi dari keseluruhan hasil penilaian. Sedangkan fisik hanya akan diberi slot sekitar 30 persen dan 10 persennya lagi akan menjadi hak dari pemandu bakat dan pelatih untuk menentukan siapa pemain muda terbaik dari berbagai macam kategori.

Dengan lengkapnya data-data pemain remaja dan taruna tersebut, PBSI yakin akan lebih mudah untuk memanggil para pemain tersebut sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut berfungsi untuk mengisi kuota para pemain potensial pelatnas tahun depan, baik di level junior maupun level senior.

Para Pemain Harus Sudah Tahu Alasan Masuk Pelatnas

Selain pembinaan bibit muda di level usia 17 dan 19 tahun. Para pebulutangkis senior yang mempunyai prestasi kurang memuaskan harus segera pasang bersiap menjelang promosi dan degradasi pelatnas PP PBSI. Sebab, PBSI akan lebih mempersempit kuota untuk para pemain senior dan lebih mengedepankan pemain junior.

Terhitung sejak November 2013 lalu PBSI telah mengumumkan rencana untuk pengurangan kuota pemain pelatnas senior, dari jumlah awal 83 akan mengerucut menjadi 50 saja. Setelah itu, PBSI akan mengerucutkan kembali dengan cara memangkas quota pemain senior dari 50 menjadi 32 saja. Sisa 18 slot lagi akan diisi oleh pemain junior yang berpotensi.

Sebelum itu Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky juga memberikan gambaran awal mengenai jumlah kuota pemain pelatnas. Menurut Recy, angka 50 pemain tersebut merupakan kebutuhan pokok untuk menghadapi turnamen-turnamen besar seperti Piala Thomas Uber, Olimpiade dan Asian Games.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>