Nasib Indonesia di London Grand Prix Gold 2013

4.Nasib Indonesia di London Grand Prix Gold 20131

Hera Desi, satu-satunya wakil Indonesia pada nomor tunggal putri dalam ajang London Grand Prix Gold 2013 harus menghadapi unggulkan tiga, Carolina Marin pada babak perempat final Jumat 4-10-2013 hari ini. Pada babak kedua yang diselenggarakan kemarin, Hera Desi sempat menemukan kesulitan saat dirinya harus menyingkirkan pemain lainnya asal Selandia Baru Michelle Chan Ky hanya dalam dua game dengan skor 21-14 dan 21-11.

Sementara itu, lawan dari Hera Desi, Carolina Marin, sudah lebih dulu maju ke babak perempat final dengan mengalahkan lawannya dari Indonesia, Milicent Wiranto dengan skor 21-16 dan 21-15. Milicent tersingkir bersama dengan tunggal putri lainnya yang lebih senior, yaitu maria Kusumawati. Maria dikalahkan oleh unggulan lima yang baerasal dari Skotlanida, Gilmopur dengan skor 21-19 dan 21-14.

Di partai tunggal purta, Riyanto Subagya adalah satu-satunya wakil Indonesia yang saat ini masih tersisa. Pada babak perempat final ini, riyanto harus berhadapan dengan lawan yang dirasa sangat berat, yaitu unggulan ke dua yang berasal dari Denmark, Hans Kristian Vitinghus.

4.Nasib Indonesia di London Grand Prix Gold 20132

Untuk pasangan ganda putri, Suci Rizki Andidi dan Jenna Goali tampaknya juga mendapatkan cobaan yang cukup berat karena harus berhadapan dengan lawan yang berat pada perempat final turnamen bulu tangkis London Grand Prix Gold 2013. Pasangan Indonesia akan berhadapan dengan unggulan pertama, Kamilia Ryter Juhl dan Christina Pedersen yang berasal dari Denmark.

Pasangan Ganda putri Indonesia ini mengungkapkan bahwa lawan mereka memang cukup berat di perempat final ini. namun, mereka sebenarnya juga diunggulkan karena lebih berpengalaman. Dalam final Turnamen London Grand Prix Gold 2013ini, mereka diharuskan untuk melaksanakan taktik yang tajam agar bisa menglahkan lawan yang tangguh.

Untuk pasangan dari Indonesia lainnya, Suci dan Jenna sudah  melewati pertandingan dengan rubber game. Pertandingan ini juga karena melawan Denmark. Dalam hal ini, Indonesia memang sudah ketinggalan jauh. Menurut Suci, timnya sdah menerapkan no lob dengan berusaha untuk menyerang lawan dan mematikan. Jika mereka bermain reli, ini hanya akan menyulitkan mereka sendiri.

Indonesia memang masih harus berjuang untuk bisa memang dalam London Grand PRIX Gold 2103. Jangankan untuk menang, bertahan hingga babak final pun Indonesia nampaknya masih harus berjuang dengan keras, khususnya untuk menyingkirkan lawan-lawan yang banyak dijadikan unggulan, seperti lawan dari Denmark. Karenanya, tim dari pasangan Anggita Shinta dan Della Destiara yang akan melakoni babak kedua dengan melawan unggulan ketiga yang berasal dari Singapura, Shinta Mulia Sari dan Yao Lei harus benar-benar berjuang agar bisa bertahan. Sementara itu, di nomor tunggal putra, Wisnu Yuli Prasetyo tampaknya juga harus terhenti pada babak kedua karena kalah dari Juara Dunia Bulu Tangkis Junior asal Malaysia, Zulfadli Zulkifli.

london grand prix

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>