Simon Santoso Terjegal Lee Hyun II di Korea Open GP Gold 2013

Super Series Finals 2011

Simon Santoso salah satu pemain andalan di turnamen Korea Open Grand Prix 2013 harus terjungkal dari turnamen ini karena dikalahkan salah satu pemain senior yang sudah gaek dari Korea, Lee Hyun Il. Simon mengaku bahwa dia kalah strategi dan kalah pengalaman. Oleh sebab itu selama pertandingan babak perempatfinal turnamen Korea Open Grand Prix 2013 ini dirinya sering membuat kesalahan. “saya banyak dipengaruhi oleh permainan lawan dan saya juga kurang melakukan antisipasi serangan yang menarah ke bagian belakang” Imbuhnya.

Simon mengunggah testimoninya ke situs PBSI beberapa saat setelah menyelesaikan pertadingan babak perempat final tersebut. Ajang turnamen Korea Open Grand Prix 2013 memang sangat berat bagi pemain Indonesia karena Korea adalah salah satu kandang pemain badminton terbaik dunia. Belajar dari kekalahan ini Simon berkata bahwa evaluasi mendalam diperlukan untuk mengantisipasi kesalahan-kesalahan serupa dimasa depan. Menurutnya, kemampuan fisiknya harus lebih diperkuat lagi terutama kaki dan tangan karena turnamen Korea Open Grand Prix 2013 ini mempergunakan Shuttle Cock yang berat.

Pada pertandingan kemarin Simon Santoso harus menghadapi pemain yang lebih senior dan mampu merubah pola permainan yang membuatnya kehilangan banyak poin. Dan oleh karenanya, Simon kemarin kalah dari Lee Hyun Il hanya dalam waktu 42 menit saja dengan skor 21-15 dan 21-14. Komentar senada juga ditegaskan oleh asisten pelatih Marley Mainaky yang mengatakan bahwa pukulan-pukulan Lee memang lebih matang karena dia lebih berpengalaman sehingga Simon berat mengimbangi. Dengan begitu wakil tunggal putra Indonesia di turnamen Korea Open Grand Prix 2013 sudah terbabat habis.

 

Sementara itu ganda campuran Indonesia berhasil  meloloskan satu-satunya wakil Indonesia di turnamen Korea Open Grand Prix 2013. Adalah Irfan Fadhilah/Weni Anggraini yang mampu menembus babak semifinal dan menjadi salah satu dari empat tim yang akan berlaga. Pasangan yang berada di ranking 21 dunia ini mengalahkan pasangan Indonesia yaitu Edi Subakthiar/Gloria Emanuelle Widjaja dengan 21-16 dan 21-14. Mereka yang sudah mengetahui kekuatan lawan karena sudah sering berlatih bersama langsung mempercepat permainan dan terus menyerang sehingga tidak ada kesempatan lawan untuk mengembangkan permainan dan akhirnya mereka menang.

Sangat diharapkan bahwa pasangan ganda campuran ini tidak bernasib seperti Simon Santoso yang kandas di turnamen Korea Open Grand Prix 2013 ini. Sementara itu PBSI akan mengevaluasi ganda putra Indonesia yang gagal mengikutkan wakilnya pada babak perempat final dan bahkan mereka keok pada babak-babak awal turnamen Korea Open Grand Prix 2013 ini. Ada tiga pasangan ganda putra yang dikirim namun satu persatu mereka rontok di babak pertama dan kedua. Agrippina Prima Rahmanto/Hardianto kalah dibabak pertama sementara dua pasangan lain yaitu Fran Kurniawan/Bona Septano dan Rendy Sugiarto/Muhammad Ulinnuha terhenti di babak kedua.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>