Wakil Indonesia di London Grand Prix Gold

4- Wakil Indonesia di London Grand Prix

Indonesia kembali diuji dalam cabang bulu tangkis tingkat dunia. Di ajang London Grand prix Gold 2013 Indonesia meloloskan tujuh wakilnya ke babak perempat final. Ajang kejuaraan bulu  tangkis ini cukup bergengsi dan berhadiah cukup besar. Dari ketujuh wakil  Indonesia, ganda putri Suci Rizki Andini/Jenna Gozali akanmenghadapi unggulan pertama dari Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christina Pedersen.

Suci dan Jenna diprediksi bakal sulit menghadapi unggulan pertama ini karena sebelumnya saja mereka sudah ngos-ngosan melawan pasangan Denmark lain yaitu Lena Grebak/Maria Helsbol namun setelah melalui rubber set, mereka mampu untuk menang. Kini mereka harus menghadapi unggulan pertama padahal pasangan Denmark ini terkenal dengan serangan yang tajam dan tipe permainan yang sangat cepat.  Menghadapi lawan semacam itu, Suci dan Jenna akan bermain lepas, nothing to lose kata mereka.

Namun mereka tidak akan membiarkan lawan menang mudah dan tetap akan bermain secara maksimal dengan menerapkan pola permainan yang menekan dan menyerang lawan lebih dulu. Tambah lagi shuttlecock yang dipakai berat jadi susah dimatikan jika bermain reli. Dan benar saja mereka kalah dari para pemain Denmark dengan dua set langsung.

Suci dan Jenna kalah karena mereka sering membuat kesalahan apalagi ganda Denmark selalu menekan mereka dengan bola-bola cepat pada babak pertama dan kalah dengan skor 21-14. Sementara pada babak kedua Suci dan Jenna mengubah taktik dan bahkan berhasil menyamakan skor 17-17 namun pemain dengan peringkat 94 dunia ini tidak bisa melawan peringkat 3 dunia.  Sementara itu Hera Desi Ana Rachmawati harus berhenti di babak perempat final dikalahkan oleh Carla Marin 21-17, 14-21, dan 19-21.

 4. Wakil Indonesia di London Grand Prix Gold 2

Menurut Hera, Marin bermain lebih baik dari dirinya. Dia juga berkata bahwa Marin bermain lebih stabil dan fokus sementara dirinya selalu bermain terburu-buru dan berbuat banyak kesalahan. Hera yang kini berada di urutan 56 dunia  tidak mampu mengimbangi Marin yang berada diurutan 20 dunia padahal pada babak pertama London Grand Prix Gold dia mampu menang dengan 21-17 dan kalah di babak kedua sehingga harus rubber set dimana dia juga kalah.

Namun menurut pelatih PBSI, permainan Hera sudah sangat bagus dan juga maksimal namun memang Hera kalah ranking dan pengalaman sehingga kalah. Hera kalah di bola-bola cepat dan kualitas serangan yang dibangunnya. Padahal lagi sebetulnya Hera sudah bisa beradaptasi dengan serangan-serangan cepat Marin namun sayang poin Marin sudah sangat jauh sehingga tidak terkejar.

Semua pemain Indonesia merasa puas sudah berusaha sekuat mungkin dan sebaik mungkin walau mereka akhirnya kalah.  Sementara itu pada pertandingan London Grand Prix Gold yang lain, Riyanto Subagja juga kalah dari Ville Lang dua set langsung, Wahyu/Ade Yusuf kalah dari Coles/Ellis 2 set langsung juga.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>