Hal Unik pada Kemenangan Tontowi/Lilyana di All England 2014

3

Untuk ketiga kalinya pasangan ganda putra Indonesia Tontowi dan Lilyana menjuarai turnamen bulutangkis paling bergengsi All England setelah mengalahkan ganda campuran dari China Zhang Nan dan Zhao Yunglai pada hari Senin tanggal 10 Maret 2014. Pertandingan yang paling bersejarah bagi Tontowi/Lilyana tersebut diadakan di National Indoor Arena dan dimenangkan oleh kedua pasangan ganda campuran asal Indonesia hanya dalam dua set selama 47 menit.

Ada banyak hal unik yang bisa ditemui pada laga final ganda campuran kemarin yaitu Tontowi dan Lilyana bertemu dengan lawan yang sama seperti pada laga All England yang lalu. Bahkan lebih dari itu hasil pertandingan dan catatan waktu juga sama dengan pertandingan final yang mereka hadapi pada pertandingan All England yang lalu yaitu dengan skor 21-13 dan 21-17.

Selama ini banyak orang tahu bahwa pasangan Zang Nan dan Zhao Yunglai memang dikenal sebagai pasangan yang menakutkan di arena bulutangkis. Bahkan ada prediksi sebelumnya bahwa pertandingan akan berjalan sengit dengan perpanjangan set namun tampaknya pasangan tersebut harus menyerah bertekuk lutut pada Tontowi/Lilyana hanya pada set kedua.

bulutangkis, badminton, all england 2014, tontowi, lilyana

Sebenarnya prestasi ini juga pernah mereka torehkan ketika menjuarai turnamen All England tahun 2012 lalu. Pasangan Tontowi/Lilyana juga menang ‘mudah’ melawan pasangan ganda campuran dari Denmark Thomas Laybourn dan Kamilla Rytter Juhl hanya dalam dua set dengan skor 21-17 dan 21-19.

Tontowi/Lilyana sendiri tentunya sangat bangga dengan kemenangan yang telah mereka raih. Bagi mereka National Indoor Arena bukan hanya sebagai saksi bisu keberhasilan mereka di mata dunia namun sudah seperti rumah mereka sendiri. Mungkin ini pulalah yang membuat kedua atlet bulutangkis ini merasa nyaman bermain di stadion ini seraya berharap untuk kedepannya aka nada gelar keempat, kelima dan seterusnya yang ia raih dalam ajang turnamen All England.

Keberhasilan hat-trick pasangan ganda campuran Indonesia di ajang All England itu sendiri terbilang unik dan bisa dikatakan Tontowi/Lilyana sangat beruntung karena tidak banyak pasangan ganda campuran yang bisa mencatat kemenangan begitu banyak dalam turnamen yang sama apalagi secara berturut-turut.

Tercatat pada kurun waktu 1930-an terdapat pasangan Herbert Uber dan Betty Uber yang meraih kemenangan pada tahun 1930 sampai dengan 1932 lalu Betty Uber berpasangan dengan Donald C. Hume menjuarai turnamen All England pada tahun 1933 sampai tahun 1936.

Pasangan ganda campuran selama ini yang dikenal bisa mencetak rekor hat-trick adalah pasangan dari Korea yaitu Park Joo-bong dan Chung Myung-hee yang menjuarai All England selama kurun waktu 1989 sampai dengan 1991. Ini artinya dengan hasil final ganda campuran di All England kemarin pasangan Tontowi/Lilyana sudah bisa disamakan dengan legenda “pasangan emas” asal Korea tersebut.

bulutangkis, badminton, all england 2014, tontowi, lilyana

BACA JUGA:

Ganda Campuran Terbaik Indonesia Siap Pertahankan Gelar Juara All England

Pebulutangkis Indonesia Semangati Rekan Sembari Mengintip Permainan Lawan

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>