Muhammad Ali, Legendaris Tinju Dunia

muhammad-ali-1

Siapa yang tak kenal dengan nama Muhammad Ali? Legendaris tinju dunia nomor wahid di kategori kelas berat ini mampu menorehkan prestasi yang mencengangjan dunia. Gerakannya yang lincah, gesit dan ringan membuatnya mampu meraih sekaligus mengkoleksi berbagai macam sabuk emas di berbagai ajang kejuaraan tinju kelas berat bergengsi.

Namun tentu saja prestasi dan karir yang cemerlang dari Muhammad Ali tidak diperoleh dengan cara yang instan. Muhammad Ali pernah mengalami masa-masa sulit di awal kehidupannya yang keras di kota kelahirannya Kentucky, Amerika Serikat. Takdir yang membuatnya berkulit hitam dan kondisi rasisme yang keras dan kejam pada saat itu telah melahirkan seorang anak yang kuat dan bermental baja yang bernama Muhammad Ali. Untuk itu, siapapun Anda yang ingin mencari figure kuat pantang menyerah, maka Muhammad Ali dapat dijadikan satu contoh tokoh panutan. Dalam ulasan berikut ini akan dijabarkan siapa dan bagaimana perjalanan hidup seorang Muhammad Ali dari anak berkulit hitam yang sengsara menjadi petinju kelas dunia.

Siapakah Muhammad Ali?

Muhammad Ali merupakan salah satu petinju kelas berat dunia yang sangat terkenal. Ia lahir di Kentucky, Amerika Serikat. Nama Muhammad Ali ia miliki setelah ia resmi melafazkan dua kalimat syahadat sebagai pertanda bahwa ia memeluk agama Islam. Nama aslinya adalah Cassius Marcelus Clay, Jr. Lelaki berkulit hitam ini lahir pada 17 Januari tahun 1942 silam. Pada tahun 1975 tepatnya setelah ia menyelesaikan pertandingannya pada saat itu, di tengah keriuhan penonton dan antusiasme para media, ia mengucapkan kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.

muhammad-ali-2

Perjalanan Hidup Muhammad Ali

Muhammad Ali dibesarkan dalam lingkungan yang keras di Amerika pada waktu itu. Di Amerika, rasisme sangatlah kental dan masih menjadi percik api yang tak kunjung padam dan mudah untuk dinyalakan. Muhammad Ali yang terlahir berkulit hitam tak ketinggalan ikut merasakannya. Teman-temannya yang berkulit putih tak hentinya mengejek dan menghina Muhammad Ali yang berkulit hitam. Hal inilah yang membuatnya termotivasi untuk dapat membela dirinya sendiri dengan keahlian bela dirinya. Karena itu, tinju menjadi keahliannya sekaligus profesi yang telah membesarkan namanya.

Adapun perjalanan Muhammad Ali memeluk agama Islam dimulai dari ketidakyakinannya pada ajaran Trinitas yang dimiliki oleh kaum Nasrani. Semenjak itu, ia menjadi tertarik akan ajaran Islam yang mengajarkan monotheisme dan tepat setelah ia menyelesaikan pertandingan dan memenanginya pada tahun 1975, ia mengucapkan kalimat syahadat. Sejak itulah namanya berganti menjadi Muhammad Ali Clay dan kini sangat dikenal dengan nama Muhammad Ali.

Sampai saat ini Muhammad Ali masih aktif dalam kegiatan keagamaan di Amerika. Selain itu, ia aktif pula dalam kegiatan social dan berbagai amal. Muhammad Ali muda yang dibesarkan dalam kondisi keras mencetaknya menjadi lelaki tangguh berotot baja dan mampu mengalahkan musuh-musuhnya di berbagai liga besar tinju dunia.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>