Tips Berjogging Dan Mengatur Pernafasan Kala Berlari

Tips Berjogging dan Mengatur Pernafasan Kala Berlari

Jogging kini sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Aktivitas tersebut dilakukan untuk bisa berolahraga pada pagi hari, agar bisa menyegarkan tubuh ditambah udara pagi yang sejuk dan bagus bagi tubuh. Dengan kegiatan itu dianggap cukup baik untuk memulai beraktivitas dengan tubuh yang segar.  Lakukan Jogging sesaat setelah Anda berolahraga.  Sebenarnya olahraga tidaklah harus mahal, cukup rutin jogging setiap pagi hal itu bisa menumbuhkan pikiran positif dan menambah semangat untuk menjalani rutinitas yang padat. Biar tidak sekedar berjogging, disini akan diberikan tips agar bisa mengetahui bagaimana berjogging yang benar. Ketika berlari maka secara alami seseorang akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara. Ada teknik tersendiri agar napas Anda lebih kuat saat berlari. Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman. Mengoptimalkan ritme napas adalah hal yang sederhana, ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari.

Bernapas menggunakan mulut untuk napas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika mencoba bernapas dari hidung sambil berlari membuat otot-otot wajah mengencang dan rahang cenderung mengepal atau mengeras. Sedangkan napas melalui mulut akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika mulai merasa kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya. Gunakan pernapasan perut lebih sering, cobalah bernapas dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seseorang bernapas dengan benar maka seharusnya perut naik-turun setiap kali napas, sementara dada kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.

 tips olahraga

Mengambil napas pendek dan dangkal, menarik napas terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu berlari jauh atau lama, untuk itu bernapaslah pendek dan dangkal sehingga lebih mudah mengatur napas. Napas yang dilakukan berirama, hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama. Terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap napasnya. Pola ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Dengarkan napas Anda, gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya. Bernapas dengan benar akan sangat penting untuk menurunkan stres dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Belajar untuk fokus pada pernapasan saat berlari memang tidak mudah, tapi hal ini bisa dilatih ketika sedang berjalan hingga nantinya tubuh menjadi terbiasa.

tips olahraga

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>